Ranah 3 Warna

Ranah 3 Warna Alif Baru Sahaja Tamat Belajar Di Pondok Madani Dia Bahkan Sampai Bermimpi Dalam Bahasa Arab Dan Inggeris Impiannya Tinggi Betul Mahu Belajar Teknologi Tinggi Seperti Habibie, Lalu Merantau Sampai Ke AmerikaTerinspirasi Semangat Pasukan Denmark, Alif Mendobrak Rintangan Berat Baru Sahaja Dia Tersenyum, Badai Lain Menggempurnya Silih Berganti Tanpa Ampun Alif Letih Dan Mulai Bertanya Tanya, Sampai Bilakah Aku Perlu Teguh Bersabar Menghadapi Semua Dugaan Hidup Dia Hampir Hampir MenyerahRupa Rupanya Mantera Man Jadda Wajada Sahaja Tidak Cukup Sakti Dalam Memenangkan Hidup Alif Teringat Mantera Kedua Yang Diajarkan Di Pondok Madani Man Shabara Zhafira Sesiapa Yang Bersabar Akan Beruntung Berbekalkan Kedua Dua Mantera Itu, Alif Menyongsong Badai Hidup Satu Persatu Dapatkah Dia Memenangkan Semua Impiannya Ranah Warna Adalah Hikayat Tentang Bagaimana Impian Tetap Wajib Dibela Habis Habisan Walau Hidup Digelung Nestapa Tidak Berkesudahan Tuhan Sungguh Bersama Orang Yang Sabar

www.negeri5menara.com,

❰Read❯ ➵ Ranah 3 Warna Author Ahmad Fuadi – Webcambestmilf.info
  • Paperback
  • Ranah 3 Warna
  • Ahmad Fuadi
  • Malay
  • 10 July 2019

10 thoughts on “Ranah 3 Warna

  1. says:

    Repiu versi 1 Jakarta, 20XYMatahari masih berada dalam peraduannya Saat ini, bulanlah yang terlihat berkuasa di angkasa Di sebuah kamar nyaman, wanita paruh baya terlihat gelisah di tempat tidur Sudah sejak tadi ia berusaha pergi ke alam mimpi, namun tak juga berhasil Entah kenapa ia yang biasanya gampang terlelap, kali ini susah sekali memejamkan mata.Bosan berada di tempat tidur, wanita paruh baya itu segera mengambil baju hangat dan berjalan keluar kamar Tujuannya sudah jelas, menuju daerah kekukuasaannya, perpustakaan pribadi yang berada di bagian lain dari rumah induk Malam eh pagi grandnie suara petugas keamanan melalui pengeras suara terdengar santun Wanita paruh baya yang dipanggil grandnie itu melambaikan tangannya Rupanya si petugas melihatnya berjalan dan memberikan sekedar sapaan Beberapa bagian rumah dan lingkungan tempat tinggal itu memang dipasang cctv sehingga memudahkan kerja petugas keamanan Maka bukanlah hal yang mengherankan jika petugas pengaman bisa melihat perjalannya dari kamar tidur menuju perpustakaan pribadi padahal saat itu pukul 2 dini hari.Setelah sampai di depan perpustakaan, Wanita paruh baya itu tidak segera masuk ke dalam. Ia memandangin sisi luar perpustakaan dengan perasaan sayang Saat ini putra tunggalnya merenovasi perpustakaan pribadi itu sebagai hadiah ulang tahunnya Tidak saja melengkapi keamanan super canggih, ruangan anti api, interior luar dan dalam juga mendapat perhatian Perpustakaan itu menjadi tempat yang sangat aman dan nyaman.Tak tahan dinginnya udara, wanita paruh bergegas masuk setelah menekan nomor kombinasi Ia lalu menutup pintu dan menekan kode kunci dari dalam Saat itu ia menginginkan kesendirian Dipasangnya penghangat ruangan sesaat sebelum ia menuju lemari kaca terkunci yang ada dalam perpustakaan Lemari itu juga dilengkapi dengan pengaman super canggih.Lemarinya memang hanya lemari jati biasa, namun isinya yang sungguh luar biasa Di dalam lemari itu tersimpan aneka buku buku antik dan atribut pelengkapnya Ada buku yang dikoleksinya sejak masih di sekolah dasar, buku dengan tanda tangan penulis, serta buku buku edisi pertama Sudah banyak pedagang buku antik yang merayunya merelakan isi lemari untuk dilego Lemari itu jarang dibuka, kecuali saat ia melakukan ritual memberi hadiah buku yang diambil dari lemari itu bagi cucu kesayanganya, saat ada yang meminjam untuk pameran, atau untuk dipinjamkan bagi segelintir sahabat terpercayanya Dan keadaan khusus seperti saat ituEntah kenapa, saat itu ia ingin membaca ulang koleksinya yang berada dalam lemari itu Matanya menyapu seluruh isi lemari dengan pandangan kasih sayang Dipilihnya beberapa buku lalu dibawanya ke sofa yang ada di tengah ruangan Wanita paruh baya itu duduk dan mulai membaca , namun baru beberapa saat ia sudah menutup buku itu dan menggantikannya dengan buku lain Tapi buku itu pun kurang menarik perhatiannya.Sebuah ketukan halus dipintu dirasa mengganggunya, hampir saja ia memarahi orang yang mengganggu ketenangannya di pagi buta Ternyata wajah di balik kaca adalah wajah cucu kesayangannnya, wajah calon pewaris perpustakannya Wajahnya sesaat terlihat cerah Sang cucu memberikan kode memohon ijin untuk masuk Wanita paruh baya itu bergegas berdiri dan membukakan pintu Malam eh pagi grand sapa sang cucu sambil melangkah masuk Tidak bisa tidur juga Tadi saat mau ke halaman depan, Satpam cerita kalau grandnie belum lama pergi ke perpustakaan sambung sang cucu Kamu juga tidak bisa tidur, kenapa Wanita paruh baya itu balik bertanya.Sang cucu kesayangannya itu hanya tersenyum malas sambil duduk di sofa Sebentar lagi pendaftaran sekolah dimulai Aku harus memutuskan akan melanjutkan kemana Tetap tinggal di rumah atau masuk sekolah berasrama, lalu sekolah yang mana Semakin banyak brosur yang aku dapat, semakin aku pusing memilih Papi dan mami punya harapan yang berbeda Walau mereka tidak memaksaku untuk menuruti kemauan mereka, namun dari wajah dan cara bicara mereka aku tahu, aku diharapkan memenuhi harapan salah satu dari mereka Aku jadi pusing dan susah tidur keluh cucu kesayangannya panjang lebarWanita paruh baya itu hanya tersenyum Tangannya menarik salah satu buku dari tumpukan di atas meja dan memberikannya kepada sang cucu, yang menerimanya dengan bersemangat Untuk urusan buku, cucu dan nenek itu memang sangat kompak Sang cucu selalu menerima pemberian grandnie nya dengan senang Setiap buku yang diberikan pasti mengandung banyak cerita Ini salah satu buku yang jika dibaca ulang memberikan kesan yang berbeda Buku ini termasuk satu dari sedikit buku yang sengaja grandnie koleksi lebih dari satu paparnya dengan lembut Buku ini merupakan kisah nyata upaya penulisnya meraih pendidikan terbaik, namanya A Fuadi lanjutnya Maksud grandnie si penggagas Komunitas Menara, yang belum lama mendirikan sekolah gratis kesekian kalinya itu tanya sang cucu dengan antusias Berbicara dengan sang grandnie selalu menyenangkan karena ia akan mendapat tambahan informasi tentang para penulis.Ditatapnya Buku Ranah Tiga Warna karangan A Fuadi, dengan editor Danya Dewanti Fuadi serta Mirna Yulistianti Proff reader oleh Novera Kresnawati dan Meilia Kusumadewi ISBN buku setebal 473 halaman itu adalah 978 979 22 6325 1 Penerbitnya sudah pasti penerbit papan atas, Gramedia Pustaka Utama Ini buku edisi pertama yang pernah dibicarakan oleh Oma Dina dan Oma Ine untuk dimasukan menjadi salah satu arisan buku mereka Keren puji sang cucu dengan bersemangat Grandnie tahu, yang beredar sekarang adalah cetakan kesekian kali Buku ini sekarang menjadi buku bacaan wajib di sekolah lanjut sang cucu dengan antusias sambil mulai membuka halaman buku Dalam buku ini kamu akan tahu betapa seorang anak yang melangkah sekolah dengan tujuan ibadah dan tekat membanggakan keluarganya bisa mendapat kemudahan di segala hal Masih ingat cerita 5 Menara tanya wanita paruh baya kepada cucunya Sang cucu hanya memberikan anggukan singkat, ia terlihat serius membaca Semangat Alif untuk belajar sebesar semangat tim sepak bola yang tidak pernah dijagokan mendadak malah menjadi juara pertama Semangat bagaimana impian wajib dibela habis habisan Hidup boleh menjadi susah, namun impian dan tekat mewujudkan cita cita harus terus dilakukan lanjutnya Grand, memangnya tokoh Alif dalam cerita ini tidak pernah merasa jenuh atau putus atas tanya sang cucu penasaran Pasti pernah Biar bagaimana Alif juga manusia biasa, pasti ada rasa lelah, putus ada dan tak berdaya Untung ia mempunyai bekal yang kuat Ia juga punya dua mantra yang selalu menjadi mendorongnya jawab wanita paruh baya itu Mantra apa grand, persis seperti yang di film film yah sang cucu tak habis habisnya bertanya Tokoh Alif rupanya menggugah rasa keingintahuannya Sebenarnya bukan mantra seperti yang kamu bayangkan Namun lebih tepatnya kalimat pengiingat, Man Shabara Zafira, siapa yang bersabar akan berutung jawab wanita paruh baya sambil tertawa geli Kamu masih ingat tips grandnie menghafal tanpa terasa susah tanya wanita paruh baya itu.Sang cucu mengangguk dengan cepat sambil menjawab, kata papi waktu kecil kamarnya penuh dengan berbagai poster tentang angka, binatang , juga ada hafalan Huruf Mandarin grandnie Kemana pun kita memandang, seluruh isi kamar penuh dengan hal hal seperti itu Karena sering melihat lama lama papi jadi tahu banyak hal Padahal papi belum bisa baca, karena sering diajak diskusi makanya jadi hafal Biasanya setelah papi hafal, poster itu segera diganti dengan yang baru Makanya aku juga diajari cara yang sama tulis apa yang mau dihafal tempel di tempat yang gampang dilihat sehingga kita sering melihat, lama lama akan hafal Wanita paruh baya itu tersenyum simpul lalu berkata , Nah tokoh Alif juga memakai cara yang sama untuk menghafal rumus rumus Bayangkan untuk bisa belajar pelajaran SMA, Alif harus meminjam buku catatan dan buku cetak temannya Ternyata dari anak pondok yang tidak banyak mendapat pelajaran umum, ia berhasil lulus dengan nilai 6,5 lumayan khan Buku ini membawa dampak yang tidak sedikit bagi dunia pendidikan Dahulu seorang anak akan dianggap sekolah jika memasuki sekolah menengah yang diselenggarakan pemerintah dan swasta Sekolah kejuruan hanya dijadikan alternatif bagi mereka yang ingin segera bekerja dengan alasan ekonomi Sementara mondok alias sekolah pesantren dianggap salah satu pemecahan amsalah bagi mereka yang ingin menyekolahkan anaknya namun tidak memiliki biaya sama sekali atau tempat para orang kaya menitipkan anak anaknya yang terkena masalah Melalui buku ini mereka bisa melihat seorang anak pondok bisa melalng buana ke tiga negara dengan beasiswa Walau ada beberapa yang sudah terlanjur seram mendengar istilah pondok contohnya papimu papar nya panjang lebarSang cucu yang semula serius membaca, mengangkat wajahnya dari buku denganpenuh tanda tanya Maksud grandnie tanyanya Sebelum trilogi buku ini terbit, grandnie pernah berniat mengirim papimu bersekolah ke pondok, dimana pun itu jawab wanita paruh baya itu Hah Papi grand sang cucu bertanya dengan heran Grandnie sadar pengetahuan agama grandnie tidak banyak Sebagai orang tua tunggal waktu yang tersisi untuk memberikan pendidikan yang terbaik sangatlah sedikit Apa lagi tipe papimu yang harus di awasi baru belajar Makanya grandnie butuh sekolah yang bisa memberikannya pelajaran 1 X 24 dari sisi agama dan umum Dan sepertinya pondok adalah tempat yang tepat jawab wanita paruh baya itu Lalu papi mau sang cucu kian pensaran Selama ini ia tidak pernah mndengar cerita soal ini Mana papimu mau Masalahnya papimu sudah terlanjur terpengaruh film film dimana jika masuk pondok akan menderita, menderita ukuran papimu tepatnya Maksud grandnie sang cucu kian penasaran Papimu merasa dia harus mencuci pakaiannya sendiri di sungai, lalu pulang pergi membawa air untuk keperluan pondok Persis seperti yang digambarkan di film Padahal pondok yang sekarang sangat berbeda dengan yang dahulu Seorang sahabatnya sejak sekolah dasar malah masuk pesantren khusus perempuan Lalu grand sang cucu terus mendengarkan dengan serius Segala cara grandnie lakukan, dari rayuan, iming iming hadiah, sampai ancaman Bahkan grandnie membawanya saat ada launching trilogi buku ini supaya ia bisa mendengar langsung pengalaman dari A Fuadi Semuanya gagal total papimu malah menuduh grandnie sudah tidak sayang lagi dan mau membuang dirinya, maka ia akan ambil baju dan dengan suka rela menitipkan dirinya ke ruman yaitm piatu Sok tahunya papimu Butuh waktu yang lama untuk membuat papimu mengerti maksud grandnie papar si wanita paruh baya, matanya terlihat menerawang mengingat ingat kejadian di masa lalu.Sang cucu hanya mengangguk agukan kepalanya Matanya tak lepas membaca kalimat kalimat yang tercetak dalam buku itu Lalu menurut grandnie aku harus sekolah kemana Sang cucu bertanya dengan tatapan memelas Memilih sekolah ibarat menulis garis kehidupan baginya Salah arah, berubahlah perjalan hidupnya dan ia tak mungkin memutar waktu yang sudah berlalu Kok tanya grandnie, kan bukan grandnie yang mau sekolah sahut wanita paruh baya sambil tertawa kecil Coba dengan kata hatimu, mau kemana lanjut wanita paruh baya itu Itulah grand., semakin dipikir semakin aku jadi pusing keluh sang cucu.Sang wanita paruh baya memandang wajah sayu cucunya dengan penuh kasih sayang Sebetulnya wajar jika sang cucu masih belum mengambil keputusan Diusia yang tergolong ABG, mengambil keputusan yang akan berhubungan dengan masa depan jelas sedikit menakut baginya Kamu pasti sudah tahu, buat gradnie hidup adalah pilihan Sejak tulisan grandnie di tolak di media saat kuliah dengan alasan tulisan itu belum zamannya, maka grandnie memutuskan banyak hal yang bisa ditempuh untuk tetap berada dalam dunia tulis menulis Misalnya menjadi penulis bayangan untuk banyak hal Itu sebabnya grandnie selalu melarangmu membuka lemari besi yang disana karena di dalam banyak hasil karya grandnie sebagai penulis bayangan Kamu hanya perlu memantapkan pilihan, selaraskan hati, keinginan dan kemampuan, lalu pertimbangkan hal terburuk yang mungkin terjadi paparnya lagi.Sesaat sang cucu hanya terdiam sambil membuka secara acak halaman Buku Rana 3 Warna Mendadak wajahya terlihat ceria ditutupnya buku lalu dikempitnya Ia bergegas berjalan menuju pintu keluar sambil berkata, Aku tahu kemana aku akan bersekolah Terima kasih buat obrolannya grandnie, wo hen ai nin Diberikannya pelukan sekilas sambil terseyum cerah Tunggu seru wanita paruh baya itu mencegah cucunya keluar dari perpustakaan.Sang cucu berbalik dan bertanya, apa apa grand bukunya tidak boleh aku bawa Bukan itu tugas wanita paruh baya sambil terseyum Buku itu untukmu Coba kamu cari misteri angka tiga dalam buku itu, jika bisa, kamu akan dapat hadiah tantangnya lgi Siap grand sahut sang cucu sambil bergegas pergi.Sang wanita paruh baya mengawasi punggung cucu kesayangannya sambil terseyum Urusan sekolah memang bisa membuat orang sakit kepala Ia lalu menuju meja kerja yang ada di pojok perpustakaan dan duduk kursi empuknya Tangannya membuka sebuah laci rahasia yang terletak di sisi bawah meja Dikeluarkannya sebuah tumpukan yang tersusun rapi, berkas berkas sekolah milik anak tunggalnya Ada buku tulis pertama saat kelas satu sekolah dasar, raport, hasil ulangan dari yang bagus hingga yang membuatnya meringis, kartu ujian, ijasah hingga nilai saat kuliah Entah bagaimana sikap sang cucu jika melihat ada nilai yang memalukan disana Setiap lembar ulangan mengandung cerita yang berbeda, tiap kartu ujian membawa harapan yang berbeda, setiap lembar nilai rapor menunjukkan perjuangan yang berbeda Setiap bagian dari tumpukan yang ada di depannya membawa cerita yang berbeda Wanita paruh baya itu tenggelam dalam kenangan mssa lalu Pagi grandnie, ada pesan dari kantor Opa Sil Beliau dalam perjalanan sebentar lagi sampai untuk menjemput grandnie Hari ini ada jadwal ketemu dengan penerbit di luar kota Transportasi sudah diatur untuk yang paling pagi, supaya sore nanti bisa bertemu dengan EO untuk perayaan ulang tahun Opung Boni sebuah suara halus terdengar dari langit langit Asistennya baru saja mengirimkan pesan suara Hah Jam berapa sekarang Aku belum tidur bathin wanita paruh baya itu sambil melirik jam yang ada di meja Ia terkejut , ternyata sudah Subuh Bergegas wanita paruh baya itu memasukan berkas berkas sekolah anak tunggalnya dan tak lupa mengunci laci Ia mengunci perpustakaan lalu berjalan dengan langkah mantap ke kamarnya Ia mungkin tak sempat tidur, namun untuk urusan Sholat Subuh dan mandi, Sil harus bersedia menunggu Sil boleh saja managenya, namun untuk hari ini dialah yang berkuasa Ia tahu kali ini Sholat Subuhnya akan sedikit lebih lama dari yang biasanya.http www.facebook.com note.php save

  2. says:

    Anak anakkuBila badai datang Hadapi dengan Iman dan sabar Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri Sebaliknya laut badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi Bukankah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yg silih berganti ketika melintas lautan tak bertepi Menyambung baca buku ini dari Negeri 5 Menara semakin mengukuhkan hati untuk terus BERUSAHA. yes, I have let myself down, and yes I have come to tiredness as much as I want to give up but I never did, tapi karunia Tuhan mana yg bisa aq ingkari sementara di luar sana masih banyak org yg kekurangan tp terus mencoba bertahan dg gelegar suara Bang TogarAlif dan buku ini mengajarkan aq nggak malu tuk mengakui, I have change course. berani menjawab tanya seorang kawan yg menusuk kesadaranku, Git, lo masi inget mimpi lo mo kerja di Deplu ga Ya, Fit. aq masih ingat, sedekat kulit menyelimuti jantungku. Mimpiku adalah bekerja di tempat di mana aq mampu berakulturasi, membantu mempengaruhi org banyak. Mungkin Deplu memang bukan tempatnya untukku menurut Nya, mkg yg aq tempuh sekarang inilah di mana semua akan bermula. Dan aq masih akan terus berusaha mencari kesuksesan itu. sembari bersabar jika terantuk batu diterjang badaiAq masih belum tuntas menapaki Man Jadda Wajada, skg sudah kutambahkan bekalku Man Shabara Zhafira Semoga kita smua selalu menjadi org2 yg berusaha dan bersabar untuk meraih sukses Dunia Akhirat Iya, Fit aq masih ingat Deplu, sayangnya Deplu bukan untukku balasku dg senyum.INSPIRING MOMENTS upacara bendera Hari Pahlawan, rasanya mengingat gelutan persoalan yg menimpa negeri ini, apapun itu I WILL ALWAYS LOVE INDONESIA GARUDA DI JANTUNGKU salju pantun Rusdi coming back to 531 Rue Notre Dame after 11 years passed

  3. says:

    . Walau hanya berbisik di hati, rupanya Tuhan selalu maha mendengar Tentang Ranah 3 Warna Buku yang tetap menawarkan semangat menggapai cita cita ini sekarang bercerita mengenai kehidupan Alif Fikri, pasca kelulusannya menempuh ilmu di Pondok Madani Alif kini kembali ke kampung Maninjau setelah menggoreskan harapan Amaknya untuk belajar ilmu agama Walau begitu, cita citanya untuk menjadi the next Habibie tidak pernah surut Harapannya untuk menorehkan prestasi mendunia dalam bidang teknologi tak pernah karam.Tapi apa mungkin, seorang Alif yang notabene tamatan sekolah agama bisa mengikuti ujian saringan masuk perguruan tinggi Bahkan, ijazah saja ia tidak punya Bukan Alif namanya jika gampang menyerah Untung Ayah dan Amaknya mendukung usaha Alif agar bisa belajar di perguruan tinggi Alif mempersiapkan diri untuk ikut ujian kesetaraan agar bisa mendapatkan ijazah Sungguh, bukan perjuangan yang mudah Alif harus mampu menguasai berbagai macam mata pelajaran umum tiga tingkatan dalam waktu cepat Modal utamanya adalah Man Jadda Wajadda Siapa yang bersungguh sungguh ia akan berhasil Alif yakin jika ia berusaha satu tingkat lebih baik dari orang lain, ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan.Perjuangan itu mulai menapakan hasilnya Memang tidak sepenuhnya seperti yang ia harapkan Keinginannya untuk menekuni bidang teknologi harus ia pupus karena sangat sulit menguasai pelajaran berhitung dalam waktu singkat Tapi Alif cukup bangga ketika akhirnya diterima di Hubungan Internasional UNPAD sesungguhnya doa itu didengar Tuhan, tapi Dia berhak mengabulkannya dalam berbagai bentuk Bisa dalam bentuk yang kita minta, bisa ditunda, atau diganti yang lebih cocok buat kita, Hal.46.Hidup sendirian di kota Bandung tidaklah mudah Untung, sahabatnya Randai, bisa membantu menumpangi Alif selama ia belum menemukan kos yang sesuai dengan kondisi keuangannya Di masa masa sulit itu, Alif bahkan harus kehilangan Ayahnya, hingga ia sempat berfikiran untuk menghentikan kuliahnya dan membantu Amaknya di kampung Syukurlah hal itu tidak sampai terjadi karena Amak mewanti wanti Alif agar pulang setelah mendapatkan gelar sarjana Sial, persahabatannya dengan Randai sempat retak, dan Alif harus berjuang menopang kehidupan ekonominya di kota padat itu iza shadaqal azmu wahada sabil kalau benar ada kemauan, akan terbuka jalan, Alhamdulillah minat Alif di bidang jurnalistik bisa membantu ia menopangi kehidupannya Bahkan ia sudah bisa membantu Amak walaupun hanya sedikit Alif kini mempunyai mimpi baru Menjejakkan kaki di Amerika Mungkin, kah Akhirnya sebuah cahaya mampu menuntun Alif untuk menggapaikan cita citanya Alif berjuang mengikuti seleksi pertukaran pelajar ke negara asing Sampai titik ini, Alif bahkan harus bersaing dengan sahabatnya sendiri Randai Rasa pesimis kerap saja muncul walaupun tidak diinginkan, namun sekali lagi, dengan keyakinannya melebihkan usaha dan terus berdoa, akhirnya Alif mampu menjejakkan langkahnya di benua Amerika Hola anak kampung Maninjau kini berada di Kanada untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia di sana Berbagai pengalaman Alif tuai di kota Saint Raymond Bahkan Alif juga menemukan rasa cinta di kota kecil itu Walaupun tetap akan ada perjuangan perjuangan yang harus ia hadapi Mampukah Alif bertahan Sebuah mantera baru Man Shabara Zhafira Siapa yang bersabar akan beruntung, berhasil meyakinkan Alif bahwa, segala sesuatu ada waktunya, aku ikhlaskan tangan Tuhan menuntunku meraih segala impian ini Hal.461 Juga bahwa Man Yazr a Yahsud Siapa yang menanam ia akan menuai Alif yakin sekali akan hal itu.Sungguh, ini ulasan yang buruk untuk menggambarkan betapa eloknya buku ini Berulang kali, ketika menulis ulasan ini, jemariku terhenti, dan berkali kali pula menekan tombol delete karena merasa apa yang aku tulis tidak mampu mewakili semua hal yang aku dapatkan dari buku ini Ranah 3 Warna buku yang lengkap Perjuangan, semangat, kepercayaan kehidupan akan cinta dan keluarga komplet dihadirkan Di beberapa hal memang aku sempat sebal dengan tokoh Alif, misalnya saja ketika dia mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar, ia ngotot ingin ditempatkan di negara tertentu Setelah dapat, iapun masih ngotot ingin mendapatkan kesempatan kerja di bidang yang ia sukai Di suatu sisi aku merutuki tingkah Alif dengan gumaman, Oh Tuhan, sadarkah Alif bahwa banyak orang yang ingin mendapatkan kesempatan yang sama seperti yang ia dapatkan tanpa banyak keinginan keinginan yang lain namun di sisi lain aku merasa, Ahmad Fuadi berhasil mengambarkan sosok Alif sebagai orang dengan penuh rasa harap tinggi dan itu membuat tokoh Alif digambarkan lebih manusiawi Sungguh, aku cinta Ranah 3 Warna ini I hope Aku menunggu Gema 1 Dunia atau Jejak 1 Langkah atau apapun nanti judul seri ketiga buku ini Isi 3 4Diksi Kaver Fisik buku Keseluruhan 3 4 Skor ala Yayan A

  4. says:

    tanggal 23 January buku ini diberikan Mba Nina pagi pagi sekali ke meja kerjaku..makasih ya mba Truly dan Ijul yang udah mau direpotin..wah, sampulnya keren yaa, penasaran apa maksud ranah3warna dan arti sepatu plus daun daun maple nyamenyembul kemudian si pembatas buku nyawah keren dan ketika menelusuri detail buku untuk mencari tahu siapa pewajah sampulnya, eh, eh ada nama yang aku kenal di deretan nama yang ada di halaman tersebut..hihihihi diceburin ke kolam renang setelah mengintip petanya, mulai deh nebak judulnya ini kemanabaru mulai baca setelah Good Omens yang ga jelas itu rampung, itu juga karena sambil nungguin Mba Rili selesai marah marah sama provider logistic ARGGHHH ga kerasa udah 70an halaman selesai dibaca sebelum meluncur ke pempek Gaby di Bekasi ga penting info nya nih diteruskan lagi pas nungguin yang janji mau bawa Warna Langit datang di kolam renang sambil bersungut sungut ga bisa ikutan nyemplunghix, hixterus kemudian membahas masalah spanduk itu. ealah, ternyata ini tho yang bikin heboh di email. hihihihisalah cetak kali yaaa, kurang satu huruf doank, bu..overall, aku suka banget buku inibahasa yang dipakai Mas apa Uda apa Bang Fuadi mengalir bangetga kerasa kalau buku nya ternyata tebal saking asik mengikuti cerita petualangan jatuh dan bangunnya Alifsemua perasaan, pikiran, baik ataupun buruk yang sempat nangkring di kepala dan hati Alif disampaikan secara gamblang dan ga bikin Alif jadi sosok yang sempurnasempet nangis waktu adegan Ayah Alif, sempet ikut bergelora waktu Alif ambil kerja serabutan demi membiayai kuliahnya, ikut berkeringat waktu digembleng bang Togar, cekikikan sama gaya antik Rusdi di Yaman, bersemangat pas nyari beasiswa, merasa nasionalis pas adegan upacara bendera, dan geregetan menanti nasib surat untuk Raisa saat wisudaaku suka buku inimembuat kembali merenunghayo, dhee sebelum pusing mikirin bagaimana bisa mencapai mimpi, bisa atau tidakyang harus dipikirkan benar benar, MIMPI nya itu sendiri apaaaaaaaaaa semangaaaaaaaat ga salah juga buku ini aku hadiahkan ke Mas Ferry yang mau resignbunch of thanks ya, Bos i owe you , like, A LOT you re one of the persons who d packed my parachutesedih juga sih, tapi setiap orang harus mengejar mimpinya, no semangat ya, Bos ada beberapa kalimat yang saya tandai di buku inidiantaranya Aku akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa hidup itu masalah penyerahan diri Kalau aku sudah bingung dan capek menghadapi masalah tekanan hidup, aku praktikkan nasihat Kiai Rais, yaitu siapa yang mewakilkan urusannya kepada Tuhan, maka Dia akan mencukupkan semua urusan kita Cukup kawanku Itu yang seharusnya kita cari Apa artinya banyak harta tapi tidak pernah merasa cukup Itulah janji Tuhan bagi orang yang tawakal Aku ingin tawakal sempurna Aku ingin dicukupkanNya segala kebutuhan.Hal.35 Aku anak kampung yang miskin, tapi tidak mengenal kemiskinan akut perkotaan Sesusah susahnya aku hidup di kampung, kami punya baju layak dan selalu ada sanak saudara yang akan memberi sekedar makanHal.161Nah, ini jawaban atas pertanyaan kenapa banyak banget yang miskin di desa tapi ada yang tetap leha leha ada yang kerja banting tulang. Bahwa meminjam itu lebih berbahaya daripada meminta Begitu kita meminta, apapun obyeknya, pasti telah diputuskan untuk diberikan oleh yang punya Semua terang benderang Ada ijab dan kabul Ada yang ikhlas memberi dan ada yang ikhlas menerima Tapi ketika sesuatu dalam status dipinjam, tidak ada kata putus di sana Mungkin selalu ada benih konflik yang ikut tertanam bersama meminjam Dia bisa beracun dan laten.Hal.172 Segala sesuatu ada waktunya Aku ikhlaskan tangan Tuhan menuntunku meraih segala impian iniHal.461 Jarak antara sungguh sungguh dan sukes hanya bisa diisi dengan sabar.Hal.468 ga jadi bintang empat, bintang lima aja dehhihihihi takut sama lirikan di kolam renang wakakakak

  5. says:

    Buku ini merupakan buku kedua dari Trilogi kehidupan Alif Fikri Buku Pertama yang bertajuk Negeri 5 Menara mengisahkan tentang perjalanan hidup Alif Fikri, seorang anak Minang dari keluarga sederhana ketika menempuh pendidikan di Pondok Madani nama samaran Pondok Pesantren Modern Gontor Jawa Timur yang terkenal itu Sedangkan dalam buku kedua Ranah 3 Warna mengisahkan perjalanan hidup Alif Fikri setamat dari Pondok Madani yang harus menempuh perjuangan berat untuk lolos ujian persamaan SMA sebagai prasayarat mengikuti ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi Dengan perjuangan kerasnya Alif bisa lolos ujian persamaan dengan nilai sedang Selanjutnya dia berjuang keras akhirnya lolos masuk Jurusan Hubungan Internasional FISIPOL Universitas Pajajaran di Bandung.Cobaan demi cobaan terus menempa Alif seperti Ayah Alif meninggal, uang kiriman orang tua yang tersendat, usaha sales yang dirampok preman dan lain lain Perlahan alif mulai bangkit mencari rejeki dengan jualan salesman, memberikan kursus private dan akhirnya berlatih menulis artikel di media dengan bimbingan seorang seniornya Setelah melalui berbagai tempaan, dalam perjalanan hidup yang sudah mulai tertata karena kepintarannya menulis artikel di media, Alif meneruskan cita cita semasa di Pondok Madani untuk berkelana di Amerika Dia akhirnya lolos seleksi pertukaran pemuda pelajar di Kanada selama 6 bulan bersama 7 orang temannya Di sana dia tinggal dengan ayah dan ibu angkat yang sangat mencintainya dan didampingi seorang tandem pemuda Kanada Banyak kisah suka selama di Kanada tersebut Di sinilah tumbuh perasaan cinta Alif terhadap Raisa yang berasal dari satu kampus dan juga tetangga kosnya di Bandung Tapi cinta itu tetaplah hanya bersemi di hati karena alif tidak punya keberanian untuk menyatakannya sama Raisa.Sepulang dari Kanada, Alif melanjutkan studi dan lulus Sarjana dari Unpad Mamak dan adiknya hadir dalam acara wisuda itu Saat itu sebenarnya Alif sudah merencanakan untuk mengungkapkan isi hati terhadap Raisa Tapi sayang, Randai sahabat karib dan teman sekampung serta sekaligus competitor Alif telah mendahuklui menyunting Raisa Sebuah kisah kasih yang tak sampai pun terjadilah Alif walaupun gundah mengambil hikmah itu semaua sebagai proses belajar untuk lebih sabar, ikhlas dan tawakal dan terus berprasangka baik terhadap Tuhannya,.Dalam buku ini ada tiga ajaran utama yang terus diamalkan oleh Alif dalam merengkuh citanya yakni Man Jadda Wajada yang berarti barang siapa bersungguh sungguh dia akan berhasil Konsep nilai ini ditanamkan sejak awal sehingga akan melahirkan anak didik yang mempunyai semangat bekerja keras Man shabara zhafira, Barang siapa bersabar maka dia akan beruntung Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di hari esok dan tetaplah fokus pada tujuan akhir untuk menemukan jati diri I malu fauqa ma amilu, Budayakan going the extra miles, lebihkan usaha, waktu, tekad, upaya dan lain lainnya maka kita akan sukses.Dari sisi sosiologis, novel ini seperti novel novelnya Andrea Hirata menyiratkan bahwa pendidikan merupakan kunci untuk memperbaiki masa depan bagi seseorang Namun alangkah ironisnya dunia pendidikan saat ini yang sudah semakin mahal dan hanya bisa diakses oleh orang orang kaya Universitas Negeri yang dulu menjadi tumpuan harapan masyarakat kelas menengah ke bawah untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi kini semakin komersial dan mahal Bagaimana masyarakat miskin dan kelas bawah bisa memperbaiki masa depan mereka ketika akses terhadap pendidikan sedemikian sulit Masih adakah ruang bagi warga miskin dan keluarga yang pas pasan untuk memperoleh pendidikan bermutu di negeri ini

  6. says:

    Wow, akhirnya buku yang ditunggu tunggu ini kelar juga saya baca.Ga tahan dengan bahasan suami dan adek saya yang udah nyamber duluan buku ini, saya akhirnya menyudahi buku ini dengan senyum gembira.Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari A Fuadi yang promonya dimana mana bakal jadi best seller.Seperti buku pertamanya, Negeri 5 Menara yang menjadi best seller, saya tak ragu lagi akan banyak orang menyukai buku Uda Fuadi yang kedua ini.Kalo di Negeri 5 Menara kita melihat cerita Alif Fikri dan teman teman Pondok Madani dengan mantra Man Jadda wajada , dalam buku kedua ini, Alif diceritakan memasuki masa dewasa dimana ia meneruskan pendidikannya dengan mantra baru Man Shabara Zafira.Awalnya saya ngerasa bingung dengan cover buku juga pembatas buku yang dihadiahkan buku ini Cover buku terlihat sepatu hitan dan untuk pembatas buku serupa daun Ternyata, kalian wajib membaca buku ini dulu untuk tau apa arti dibalik semua itu Cover itu adalah si Hitam, sepatu dari kulit jawi yang diberikan Ayah Alif sebelum Alif pergi merantau ke Bandung untuk kuliah Daun ya, pembatas bukunya unik, serupa daun yaitu daun maple khas negeri Kanada, tempat akhirnya Alif meraih mimpinya menginjak benua Amerika.Diceritakan Alif akhirnya mengikuti ujian persamaan SMA untuk mandapatkan ijazah setara SMA sampai belajar sangat tekun dan rajin untuk mengikuti UMPTN untuk masuk kuliah sesuai harapan Alif Akhirnya Alif diterima berkuliah di universitas negeri di Bandung dengan jurusan Hubungan Internasional, karena ia ingin lebih menguasai bahasa Banyak hal yang dilalui Alif untuk bisa mengejar mimpi mimpinya Dengan ekonomi keluarga yang sulit ditambah dengan kepergian Ayah Alif yang tak pelak membuat saya ingin menangis dan meneteskan air mata, Alif harus bisa sekuat tenaga meneruskan hidupnya dan meraih mimpinya ke benua Amerika.Alif akhirnya harus kerja keras, mulai dari mengajar privat hingga berjualan dari rumah ke rumah demi meneruskan kuliahnya Sangat beruntung Alif bertemu dengan Bang Tigor, sang guru menulis Alif Tidak hanya belajar menulis, Alif menemukan banyak pelajaran berharga dari Bang Togar Cerita dalam buku kedua ini ga cuma cerita Alif mengejar mimpi mimpi ke Amerika, tapi juga tak luput dari cerita percintaan Alif akhirnya jatuh cinta pada seorang wanita yang satu kampus dengannya dan juga mereka berdua berkesempatan ke Kanada, tapi sayang seribu kali sayang, Alif harus berjuang untuk mandapatkan hati Raisa, terutama dari Randai, sahabat sepermainan Alif dari kecil.Saya merasa buku ini luar biasa.Buku ini memberikan motivasi besar untuk mengejar semua mimpi dan cita cita.Tidak cuma bermimpi, tapi kisha ALif mengajarkan kita bagaimana cara untuk bisa meraih mimpi Tidak hanya dengan berusaha sekuat tenaga tapi juga kesabaran.Dari semua tokoh pendamping Alif dalam buku ini, favorit saya adalah Rusdi Entah kenapa, saya merasa Rusdi ini membuat buku ini terasa lebih menarik lagi Lucu, nasionalisme tinggi tapi juga seniman.Bagi yang belum baca, bacalah segera

  7. says:

    Mantra Man Jadda Wajadda ternyata tidak cukup untuk menjalani hidup yang pas pasan Apalagi bertekad untuk mewujudkan mimpi, mengejar prestasi.Itulah yang dialami Alif, tokoh utama cerita Ranah 3 Warna lanjutan Negeri 5 Menara Lulusan pondok pesantren Madani ini diragukan oleh teman, kerabat, dan orang orang terdekatnya bisa melanjutkan kuliah umum apalagi bermimpi keluar negeri.Termotivasi dari teman kecilnya Randai, ia tak ingin kalah dengan kawannya itu untuk berprestasi Perjalanan Alif mengejar mimpinya dapat menjadi pelajaran berharga yang bisa diambil contoh Ketekunan dan Motivasi yang berlipat lipat dapat menaklukkan semua penilaian negatif tentang mimpi yang mulanya mustahil dikejar.Setelah ayahnya meninggal, alif bertekad untuk tidak membebani amaknya dikampung Pernah bekerja sebagai guru les privat, sales alat kecantikan ternyata belum cukup memenuhi dan membiayai kuliahnya di Bandung, apalagi mengirimkan uang untuk biaya adik2nya dikampung Alhasil bukannya mengurangi biaya, alif malah jatuh sakit dan harus berhutang sana sini untuk membayar pengobatannya.Barulah pada saat ketemu bang Togar senior yang juga guru belajar menulis alif dimedia alif sedikit demi sedikit bisa mandiri.Saat terpilih mewakili Indonesia pada pertukaran pemuda Indonesia Kanada, ternyata alif bertemu sosok teman asal Banjar, Kalimantan Wuihhh, jadi ikut seneng dan bangga juga jadi urang banjar.Apakah ciri ciri orang suka membunyikan tangan menggerepok dengan seakan2 mematah jari tangan itu hanya dilakukan orang banjar ya Cerita apa saja, pasti lebih menarik kalau ada kisah roman percintaannya Alif jatuh hati pada Raisa, temen satu almameter dan teman seperjuangan alif saat pertukaran pemuda Indonesia Kanada Bagaimana hari hari yang mereka jalani dan akhir cerita cinta seperti apa yang mereka temui, Ahh semua cukup menggunggah hati.Akhir cerita, saya masih penasaran siapa yang jadi Istri Alif Raisa, Sarah atau yg lain.Mungkin bang A Fuadi telah menyiapkan jawabannya di buku ketiga.

  8. says:

    Kisah hidup Alif di 3 tanah Bandung, Amman dan Kanada, cukup inspiring, sarat pesan juga nasihat Aku suka dengan penanda bukunya yang berbentuk daun maple merah oranje, comel Aku beri 3 bintang kurang 1 dari buku pertama kerana ada certain part yang sedikit meleret dan bagi aku tak berapa perlu Kisah sahabat Sahibul Menara pun tidak banyak, cuma disebut sedikit sedikit saja sedikit kecewa Tapi tersayat juga hati ini bila baca part Alif kehilangan ayah dia juga terasa panas di pelupuk mata bila Bang Togar ringkaskan amanat bapak si Alif.It was a good read, though cumanya masih tertanya tanya isi surat Alif pada Raisa seperti apa kandungannya, sayang sekali tidak tersampaikan.

  9. says:

    Man Shabara Zhafira Ini dia mantra utama dari buku ini Cerita dari seorang Alf Fikri, seorang lulusan gontor yang bercita cita ingin seperti BJ Habiebie, presiden ke 3 kita Ya, sempat dia galau Bagaimana bisa lulusan gontor yang tidak punya ijazah SMA ingin mengikuti UMPTN ke ITB Dia sempat futur Turun iman karena hal ini Tapi karena kerja keras dan ridha Allah dia bisa mengikuti ujian persamaan SMA walau dengan nilai nilai yang tak memuaskan Yang terpenting sekarang aku punya ijazah SMA Dia ingin sekali mengalahkan Randai, teman masa kecilnya yang sudah mendahuluinya masuk ITB Ada problem disini Alif tidak belajar pelajaran SMA di Gontor, dan Alif tidak bisa mengejar pelajaran matematika Terpaksa dia harus melayangkan cita cita masuk ITB jauh jauh Sekarang dia lebih tertarik dengan jurusan Hubungan Internasional UNPAD Ini lebih sesuai dengan dia yang menguasai bahasa bahasa Seperti yang dikatakan Ustad Rais hal.46 Anak anakku, sungguh doa itu didengar Tuhan, tapi Dia berhak mengabulkan dalam bebagai bentuk Bisa dalam bentuk yang kita minta, bisa ditunda, atau diganti dengan yang lebih cocok buat kita Dengan semangat Denmark pemenang piala dunia saat itu , dan berbekal mantra Man Jadda Wajada , Alhamduillah dia lulus UMPTN Setengah hati dia meninggalkan keluarganya Tak tega meninggalkan ayahnya yang sedang sakit Hanya ditemani si Hitam sepatu kulit pemberian ayahnya dia sanggup menaklukkan Bandung.Aku suka cerita dari sini Walau ayahnya meninggal, dia tak putus asa Walau sempat ia putus asa karena kekurangan uang, dan diberi penyakit yang bertubi tubi Padahal ia ingin mengirimi amakn, dan adik adiknya uang dengan terus berjualan Tapi itu belum juga mujur Namun, ia bisa menyelesaikan hal ini dengan rutin mengirim tulisan ke koran koran dengan dibimbing Bang Togar Alhamdulillah, ini bisa menutupi keterpurukannya.Dan Kiai Rais terngiang di otaknya, hal 101 Wahai anakku,latihlah diri kalian untuk selalu bertopang pada diri pada kalian sendiri dan Allah I timad ala nafsi Segala hal dalam hidup ini tidak abadi Semua akan pergi silih berganti Kesusahan akan pergi Kesenangan akan hilan Akhirnya hanya tinggal urusan kalian sendiri dengan Allah saja nanti Selesai masalah ini, datang masalah baru Selisih prasangka dengan Randai, teman satu kosknya Dari sini dia trauma dengan namanya meminjam dan dia memutuskan untuk berpindah kosk.Lama lama dia berat dan tak sanggup membiayayai kuliahnya Dia ingin mencari beasiswa ke luar negri Walaupun dia belum lulus S1 Wira, Agam , dan Memet tempat satu kampusnya meragukan dia bisa melakukan ini karena kebanyakan beasiswa ke luar negri hanya untuk yang sudah meluluskan S1nya.Seperti yang diucapkan Ustad Salman, hal 179 Kalau kita kondisikan sedemikian rupa, impian itu lambat laun menjadi nyata Pada waktu yang tidak pernah kita sangka sangka Akhirnya diapun dapat Dia bisa ke Kanada Benua Amerika yang selalu dia impi impikan Apalagi dia akan disana akan bersama dengan Raisa teman se kosknya dulu Gadis elok yang selalu memikat hatinya Tapi saat tes dia harus membela diri karena ia tidak bisa berbagai kesenian Seperti, hal 205 Ibu benar sekali, kesenian dapat menjadi jalan yang memudahkan diplomasi Tapi banyak sekali yang bisa kita perlihatkan sebagai bangsa sderajat Tidak hanya seni tari, suara, dan kerajinan tangan Lebih dari itu, kita perlu mempromosikan inteligensi kita setara dengan mereka Lihatlah bagaimana Habibi bisa menjadi duta teknologi Indonesia di negara maju Dia menguasai teknologi, dia memperlihatkan kecanggihan ilmunya, dan mengepalai para Insinyur Jerman Ini yang membuat dia bisa pergi Kanada.Tak langsung ke Kanada Mereka singgah di Amman, Yodania Mengunjungi beberapa tempat wisata yang tentu mengasyikan Sayangnya Rusdi mengalami kecelakaan yang membuat menunda kepergian untuk beberapa orang.Kelanjutan cerita ini adalah benar benar mimpi yang menjadi nyata dari seorang Alif Fikri Magang di stasion TV, mempunyai orang tua angkat yang baik, homologue yang selalu saling mendukung Dan pada akhir cerita ini memang membuat aku iba HahahaAh benar benar Buku ini menjawab hampir semua pertanyaanku di Negri 5 Menara Disini terdapat surat dari Baso, Alif, bagiku belajar adalah segalanya Ini perintah Tuhan, perintah Rasul, perintah kemanusiaan Bayangkan kata kata pertama wahyu yang diterima Rasulullah itu adalah iqra Bacalah Itu artinya juga belajar Makanya, aku terus mempraktikan ajaran Rasul itu, bahwa kita perlu belajar dari buaian sampai liang lahat Aku tidak akan berhenti belajar walau nanti sudah dapat gelar atau lulus sekolah Ada satu hal yang selalu ngebuat ngakak disini hal 282 Suatu malam masih di daerah camp.tiba tiba berbunyi alarm yang membuat seluruh anggota camp terbangun dari tidurnya Alarm kebakaran Rob dengan lihainya menyemprot sekitar camp Tapi tak ada api disana sini Ini alarm palsu Ujar Rob kesal.Semua kembali ke cabin masing masing ssstt Alif, masih bangun , bisik Rusdi Udah mau tidur, ngantuk, nih Kenapa bel dan lampu tadi hidupnya pas sekali dengan aku keluar toilet tadi ya Emangnya kenapa Di dekat WC ada tombol merah dan pengungkit yang bikin penasaran Lalu aku iseng menarik pengungkitnya Eh, tiba tiba bel berbunyi dan lampu merah hidup dan heboh seperti ini Alif bangkit dengan kesal, Masya Allah kok iseng banget sih kan itu alarm kebakaran Buku ini juga membuat aku lebih bangga dengan Indonesia, hal 315 Combien Berapa 220 Juta orang tanya Mado dengan muka heran.Mungkin sulit baginya membayangkan negara dengan penduduk besar, karena dengan luas daratan yang lima kali lebih besar dari Indonesia, Kanada hanya punya 20 jutaan penduduk Iya, penduduk kami sebanyak itu , kataku meyakinkan dengan menuliskan angka 220 dan 6 angka nol di kertas Bagaimana kalian bisa bicara satu sama lain Kami punya bahasa persatuan bahasa Indonesia Ferdinand menggeleng geleng heran Magnifique Luar Biasa Entah bagaimana kalian mengajarkan1 bahasa ke ratusan juta orang yang berbeda bahasa ibu, kami saja hanya dua bahasa, Inggris dan Prancis susah Untuk pertama kali aku sadar betapa hebatnya pencapaian Indonesia dengan satu bahasa persatuan.Sesuatu yang selama ini aku anggap biasa ternyata sangat hebat di mata orang asing Hal 404 jugaSaat mereka melakukan upacara bendera 10 November di puncak gunung Saint Ramond Mereka tak kuasa menahan haru saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Padamu Negri Upacara yang diakhiri dengan mencium bendera Oh, para pahlawan bangsa, baru sekali ini aku sampai begitu tersentuh oleh perjuangan heroik kalian merebut dan membela negara ini Sedangkan aku Apa yang sudah aku berikan pada tanah airku Apa ayng bisa aku dermakan Aku bertekad membalas jasa para pahlawan dengan merawat bangsa ini dengan baik, dengan semampuku Detik ini adalah detik aku paling bangga dan terhary menajdi orang Indonesia dengan alasan yang aku tidak benar benar pahami saat ini Suka geli juga sih kalo baca bagian Alif mengejar ngejar Raisaseperti pantun Rusdi,Walau kini jual dukuTapi besok jual rambutanWalau kini tidak lakuTapi besok jadi rebutanDan diakhir akhir ini dia yang membuat terharu,Pertama, Mado dan Ferdinand, doakan aku bisa segera kembali mengunjungi kalian nanti Pasti kami doakan Kamu tahu bahwa kamu punya rumah disini Rumah di Rue Notre Dame ini rumahmu dan Franc Kalian bebas datang kapan saja, Kata Mado sambil menyentuh saputangan ke sudut matanya yang merah.Kedua, Seandainya Ayah bisa melihat wa ang tegak mandiri Seandainya Ayah tahu wa ang telah sampain ke benua Amerika Seandainya Ayah tahu wa ang hari ini wisuda Tentu dia adalah seorang ayah paling gadang ati Bahagia kata Amaknya saat mengahdiri wisuda Alif.Sungguh Ingin terus berkali kali baca buku ini

  10. says:

    Saya suka pembatas buku daun maple nya, orange pula D hehereaksi pertama saya begitu si daun ini menyembul dari buku setebal 473 halaman ini. Peta tiga ranah yang dikunjungi menarik, hm..sepertinya mengambil ide dari peta petualangannya Winnetou Karl MayBuku ini bagi saya sarat dengan nilai perjuangan, kerja keras, keyakinan dan kesabaran Bagaimana tidak, Alif remaja lepas dari Pesantren Madani yang sangat ia cintai harus berhadapan pada mimpi dan kenyataan yang dihadapi PM yang sangat dicintai, sangat Karena pesan pesan dari Ustadz ustadz ataupun sisipan pengalaman di PM hampir mewarnai disetiap bagian buku ini..di Bandung, Amman, dan Kanada Persahabatan pasang surut Alif dan Randai juga menjadi bagian yang menarik Candaan Randai menjadi sindiran bagi Alif ketika memancing di Danau Maninjau, ledekan ledekan Randai. Wuaakembali, Maninjau memori masa kanak kanak beberapa saat disana teringat lagi kangen ke Maninjau Indah Begitula Alif dan Randai perselisihan, tetap membantu, berselisih lagi, berteman lagi, berselisih paham kembali dst yaaa ego nya laki laki lah D Memang dari sudut Alif, terasa banget kalo Alif tersaingi terus terusan dengan Randai Ga tau tuh si Randai pKarakter sang ayah juga terasa kuat d novel ini Bagaimana cara yang sang ayah memotivasi sang anak dengan caranya episode Tim Dynamite vs Tim Panser ,kejutan kejutan sang ayah yang membuat mata ini mengembun Kisah Si Hitam Si Bebek salah satunya Ranah 1 BandungEntah karena saya juga sama sama perantau, nge kos bersama teman teman bermacam karakter, kuliah di Unpad juga..pengalaman Alif selama menjadi mahasiswa di Bandung membuat saya terkenang juga masa masa itu Ospek Maba Senior Prestasi kumpul kumpul dll Apalagi tempat tempat yang ditorehkan Alif adalah tempat yang tidak asing bagi saya Sebut saja Dago Tea House, Simpang Dago, Tubagus Ismail, Cilaki, RSBorromeus, DU , Jatinangor, Salman, Ciumbeleuit, Gramedia Merdeka juga D Berasa mengiringi langkah langkah Alif. DAlif dan angkatannya di Hubungan Internasional Unpad menjadi Angkatan Malin Kundang karena melawan dan melakukan aksi dengan senior p Kisah ini membuat saya tergelak dengan kebodoran teman Alif.Bertahan lapar karena seretnya uang, mencari akal bagaimana perut tetap terisi. Rebut rebutan nasi yang masih tersisa dan daging daging ikan shubuh hari bersama teman senasib Menambah bubur ayam dengan air biar terkesan banyak dikerjakan Alif.Gigih, pantang menyerah sesi belajar menulis bersama Bang Togar Kalo saya mungkin udah mengkeret duluan D Aksi samurai merah untuk setiap tulisan yang diberikannya, revisi revisi dan segala hardikan sang guru berbuah hasil dengan tampilnya tulisan tulisan Alif di media kampus, daerah dan nasional Tak banyak orang berhasil dididik oleh yang bertangan dingin DIlmu yang terus dimanfaatkanmeski sudah lepas dari PM, bukan berarti ilmu itu hilang Alif memberikan kelas gratis bahasa arab di Salman.Coba dan terus mencoba Yah, memuaskan hasrat mimpi untuk ke Amerika Melihat pameran pendidikan, berbicara dengan perwakilan insttusi pendidikanmembiasakan diri tetap melatih bahasa inggris aktif, menulis dll.Mencari tambahan uang saku, mulai jadi sales, guru privat, sales lagi Dirampok, berhujan hujan jadi sales sampai ambruk terkena typus Akhirnya Alif sadar kekuatan dan kelemahannya Alif fokus pada kekuatannya Alif tidak jago dagang, tapi pintar menulis Berlatih, belajar, yakin. pengalaman mengikuti seleksi pertukaran mahasiwa yang nyaris gagal karena rendahnya nilai Alif dibidang seni Alif berhasil meyakinkan tim juri, bahwa tak cukup hanya seni yang bisa dibanggakan dari Indonesia, tapi lebih banyak lagi..pemikir, ilmuwan, kaum cendikiaOia serasa bertemu karakter Mahar nya Ikal disini, tapi diganti oleh Rusydi..teman Kalimantan Alif yang jago berpantun, nasionalis abiz, nenteng bendera merah putih kemana mana, yang juga bersama sama ke Kanada.Ranah 2 AmmanTidak terlalu banyak, seperti sisipan pelengkap Sebelum ke Kanada, rombongan Alif singgah ke Amman Yordania Hm, lebih laporan pengamatan Alif tentang tempat wisata disana Gua Ashabul Kahfi, dan beberapa Jabal yang hampir merenggut nyawa Rusydi dan Alif Oya, di Amman Alif berjumpa dua sahabat dulu di PM yang tengah berkuliah.Ranah 3 KanadaSetting yang kuat. Bagian ini berhasil memanjakan imajinasi tentang indahnya Kota St Raymond. Daun daun maple berguguran, bangunan bangunan kota, orang tua angkat yang sangat baik, danau, pancake, ice fishing, wiihh banyakDi Kanada, Alif menemukan dirinya Passion yang kuat di dunia jurnalis, broadcasting dan berjodoh dengan ditempatkan Alif Franc teman homologue selama di Kanada di stasiun TV Going extra miles, pesan Ustadz di PM Alif menunjukkannya dengan usaha usaha mendatangi tokoh untuk kesuksesan program TV yang mereka handle Wawancara dengan orang Indian tentang hikayat berburu moose rusa besar dan cerita balasan Alif tentang cerita berburu kundiak babi besar di Maninjau.Selain itu Alif Franc juga mewawancara politikus penting mengingat saat itu akan berlangsung referendum Quibic lepas atau tetap bersama negara Kanada Alif memperlihtkan bagaimana situasi perpolitikan yang bisa tenang tenang saja, tidak memanas, sebagai contoh yang bagus untuk perpolitikan di Indonesia. eh tenang belum tentu bagus juga sih Alif juga bisa menggambarkan bagaimana kedamaian St Raymond, angka kriminalitas 0, rumah rumah aman meski tidak dikunci, jompo ditanggung pemerintah, dan kesejahteraan lain yang dinikmati warga disana.Semangat nasionalisme yang tinggi,terasaevent hari Pahlawan saat itu Rusydi yang memang sangat nasionalis dg rentengan aksesoris bendera berhasil mengajak teman teman untuk memperingati hari Pahlawan bersama teman teman Kanada dan warga disana Amazing Menyentuh Betul betul sadar, cinta dengan tanah air, ketika mereka terpisahkan jarak. Meski Indonesia begiini dan begiitu, tanah air tetap Indonesia Semangat itu yang dibawa Alif dan teman teman.Event dan pagelaran seni yang berhasil mengundang perhatian dan menjadi headline news koran setempat. dengan tari Indang, pisang goreng yang jadi favorit diantara kuliner lainnya. Ah, Indonesia memang unik Persahabatan lintas negara, yang meski beda bahasa, belum paham bahasa masing masing, agama, ras, warna kulit berbedatapi semuanya terlihat indah..Sepertinya tidak lengkap jika novel tanpai dibumbui romansa Begitu juga dengan Alif Alif Raisa. Saya salut dengan prinsip yang dipegangnya Meski rasa itu sudah muncul saat masih sebagai tetangga kosan di Tubagus, tapi Alif bertanggung jawab dengan rasa itu Alif ingat pesan sang ustadz PM Dani Alif bersaing dengan sahabatnya sendiri. Akhirnya, romansa yang bisa ditebak, meski tinggal selangkah lagi si Alifnya setelah sekiaaan tahun menyimpan DJarak antara sungguh sungguh sukses itu tidak bersebelahan,tapi ada jarak Jarak ini bisa hanya 1cm,tapi bisa juga ribuan km Jarak ini bisa ditempuh dlm hitungan detik,tapi juga bisa puluhan tahun.Jarak antara sungguh sungguhsukses hanya bisa diisi sabar Sabar yg aktif,sabar yg gigih,sabar yg tidak menyerah Sabar yg bisa membuat sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin,bahkan seakan akan itu sebuah keajaiban keberuntungan Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras,do asabar yg berlebih lebihYahsedikit review sayapastinya lebih seru membaca, menikmati setiap lembaran, tertegun dengan pesan yang sarat makna Man shabara zhafiraSo, happy reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *